
Harian babel.com, Jakarta | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal di hampir separuh wilayah indonesia, dengan puncak terjadi pada Agustus dan konsisi umumnya lebih kering serta berdurasi lebih panjang dari normal.
BMKG mengadirkan informasi terkait prediksi musim kemarau 2026, sebagian besar wilayah indonesia atau di 400 zona musim 57,2% diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya, dalam konferensi pers Prediksi Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3)
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak dini mulai dari pengelolaan air, penyesuaian pola tanam, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla,
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan musim kemarau 2026, dari 699 zona musin di Indonesiaterdapat 144 zona musim atau 16,3% dari Zona Musim (ZOM) akan memasuki musim kemarau pada bulan april 2026 wilayah tersebut mencakup pesisir utara bagian barat, sebagian besar Jawa tengah hingga Jawa timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi, sementara itu sebanyak 184 zona musim atau 26,3% dari keseluruhan zona musim diprediksi memasuki musim kemarau pada bulan mei 2026, selanjutnya sebanyak 163 zona musim atau 23,3% dari zona musim mulai memasuki musim kemarau pada bulan juni 2026.

“Secara umum musim kemarau 2026 ini diprediksikan bersifat bawah normal atau lebih kering dari biasanya dan normal yaitu sebanyak 451 zona musim atau 64,5% nya itu dibawah normal dan 245 zona musim atau 35% itu dalam kondisi normal,” kata Ardhasena.
BMKG juga memberikan rekomendasi kepada kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait serta seluruh masyarakat.
- Untuk sektor pangan agar dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan terhadap kekeringan serta memiliki siklus tanam yang lebih pendek.
- Sektor sumber daya air melakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air serta memastikan ketersedian air untuk kebutuhan masyarakat pada periode musim kemarau.
- Sektor kehutanan dan kebencanaan perlu kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau yang akan datang.
Teuku Faisal Fathani juga mengatakan bahwa informasi kunci BMKG ini juga memprediksi sebagian besar zona musim akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari biasanya, selain itu musim kemarau 2026 juga diprediksi datang lebih awal di sebagian besar wilayah dan diharapkan menjadi dasar perencanaan oleh berbagai sektor, terutama untuk sektor sensitif terhadap iklim, agar resiko kerugian akibat anomali iklim dapat dikurangi sebagai bagian dari upaya “Climate Risk Management dan Early Action” bagi bangsa dan negara.
“Kemanfaatan informasi prediksi musim ini sangat bergantung pada komitmen bersama, dan tindak lanjut menterjemahkan informasi prediksi musim kemarau ini menjadi kebijakan dan tindakan yang adaptif dan tindakan nyata di lapangan,” tambahnya.
Kepala BMKG juga berharap informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dapat menjadi panduan umum dalam penetapan, perencanaan, langkah mitigasi dan antisipasi serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektor yang terdampak iklim.

