4 April 2026

Isu kekosongan kepemimpinan di Teheran dipandang sebagai masalah internal Iran, tetapi juga sebagai elemen penting dalam konflik regional.

Foto : X

Harian babel.com, Jakarta | Saat pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh belum dilaksanakan, Israel melontarkan ancaman keras yang ditujukan kepada pemimpin Teheran masa depan di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara kedua negara.

‘Pemimpin Mana Pun yang Ditunjuk…Akan Menjadi Target Eliminasi’: Sebelum Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Israel Memperingatkan Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya dengan Ancaman ‘Pembunuhan’

Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa siapa pun yang terpilih untuk menggantikan Khamenei, yang tewas awal pekan ini akibat operasi militer gabungan Israel-AS yang terorganisir, akan dianggap sebagai target yang sah untuk dieliminasi.

Pengumuman yang sangat prematur ini disampaikan ketika lembaga keagamaan Iran akan mengadakan pertemuan dengan Majelis Pakar, lembaga yang menunjuk pemimpin tertinggi berikutnya, dan kecemasan geopolitik lebih lanjut sedang meningkat pada saat bahkan masa berkabung atas kematian Khamenei belum dimulai.

Isu suksesi yang akan segera terjadi di Teheran semakin menonjol setelah serangan mendadak terhadap Khamenei, dengan banyak orang berspekulasi tentang individu berikutnya yang akan mengambil alih kekuasaan Republik Islam.

Putra mendiang pemimpin, Mojtaba Khamenei, dilaporkan menjadi kandidat utama untuk menggantikan posisi berpengaruh tersebut, karena beberapa pihak mengklaim bahwa ia telah dipilih untuk mengisi peran tersebut di bawah tekanan oleh Korps Garda Revolusi Islam.

Meskipun keputusan tersebut secara tradisional dibuat oleh Majelis Pakar, dinamika manuver baru-baru ini oleh kelompok garis keras dan pasukan keamanan menunjukkan sifat kekuasaan yang tidak stabil di dalam elit politik dan agama Iran.

Masalah kekosongan kepemimpinan di Teheran dipandang sebagai masalah internal Iran, tetapi juga sebagai elemen penting dalam konflik regional. Dengan mengindikasikan bahwa setiap pengganti akan menjadi target eliminasi, para pejabat Israel tampaknya mencoba untuk mempengaruhi atau mencegah penggabungan kepemimpinan garis keras yang dapat memicu permusuhan lebih lanjut.

Situasinya masih dinamis dan dunia mengamati Iran dengan cermat, bahkan ketika para ulama dan legislator berada di bawah tekanan tinggi untuk memilih pemimpin tertinggi baru dan ketegangan geopolitik antara Yunani dan Israel serta sekutunya terus meningkat.

 

(Tim Redaksi HB/newsx.com)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *