27 Februari 2026
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama yang tergabung di Team Honda Asia (@Veda_54).
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama yang tergabung di Team Honda Asia (@Veda_54).

Harian babel.com, Pangkalpinang | Di tengah sorotan debutnya di kelas moto3, pembalap muda berbakat Veda Ega Pratama miliki senjata rahasia di sirkuit Buriram Thailand.

Musim balap Grand Prix 2026 sebentar lagi akan segera hadir dan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh publik Indonesia untuk meyaksikan pembalap muda Indonesia mentas di lintasan sirkut balap international moto3 di seri pembuka Buriram, Thailand.

Veda yang tergabung dengan Team Honda Asia sendiri dibekali dengan rekam jejak histori yang impresif di lintasan tersebut, meski berstatus sebagai rookie honda, di Sirkuit International Chang Buriram, bukanlah sirkuit baru bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut, dan ia akan menjadikan seri pembuka moto3 ini menjadi medan tempur sesungguhnya untuk hadapi pembalap-pembalap kelas eropa yang sudah berpengalaman di moto3.

Pengalaman menaklukan sirkuit sepanjang 4,5 kilometer tersebut menjadi modal krusial yang tidak dimiliki oleh semua pembalap debutan lainya.

Senjata rahasia Veda untuk hadapi seri pembuka moto3 ini terletak pada memorinya yang kuat akan kemenangan di Buriram selama berkompetisi di level junior, putra mantan pembalap nasional Sudarmono ini tercatat berkali-kali menaiki podium disana.

Pada Asia Talent Cup (2022-2023) dia meraih kemenangan gemilang, kemudian di Asia Road Race Championship (2023) Veda juga menunjukkan dominasi mutlak.

Pengalaman ini diyakini oleh para pengamat balap international akan mempercepat proses adaptasi Veda dengan karakteristik tikungan dan titik pengereman di Buriram, sebab sekarang ia berada di kelas moto3 dengan tunggangan mesin yang lebih bertenaga.

Optisme ini kian menguat, melihat hasil tes pramusim di Jerez, Spanyol dan Portimao,Portugal beberapa waktu lalu, Veda secara konsisten menunjukkan catatan waktu serta ritme balap yang setara dengan 15 besar pembalap moto3 di musim lalu.

Daya juang serta keberaniannya dalam melakukan simulasi balap dengan durasi penuh (Long Run) menjadi sinyal bahaya bagi pembalap eropa lainnya yang sudah dulu menunggangi pacuan di beberapa musim.

 

(Tim Redaksi HB_413)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *