28 Februari 2026
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Harian babel.com, Washington | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara terbuka menyerukan pergantian rezim di Iran, sebuah pernyataan yang menandai tentangan paling langsung terhadap kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tengah gelombang protes nasional yang telah berlangsung selama berminggu-minggu dan menewaskan ribuan orang.

Dalam wawancara dengan Politico, Trump menegaskan bahwa kepemimpinan Iran saat ini telah membawa negara tersebut ke jurang kehancuran, Sabtu (17/1/2026)

“Saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran,” Ujar Trump.

Trump juga menuduh Khamenei bertanggung jawab atas “kehancuran total negara dan penggunaan kekerasan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Pernyataan tersebut muncul ketika Iran dilanda demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh krisis ekonomi, pembatasan kebebasan sipil, serta tindakan keras aparat keamanan terhadap warga sipil.

Laporan dari kelompok hak asasi manusia internasional menyebutkan ribuan orang tewas akibat penindasan brutal selama unjuk rasa berlangsung.

Trump secara pribadi menyerang Khamenei yang kini berusia 85 tahun, dengan menyebutnya sebagai “orang yang sakit” dan menilai gaya kepemimpinannya bertumpu pada ketakutan dan kekerasan.

“Kepemimpinan adalah tentang rasa hormat, bukan ketakutan dan kematian,” kata Trump.

Seruan terbuka untuk pergantian rezim ini menandai eskalasi signifikan dalam retorika Washington terhadap Teheran.

Selama ini, pemerintah Amerika Serikat secara resmi menyatakan tidak mencampuri urusan Internal Iran, meski berulang kali mengkritik pelanggaran hak asasi manusia dan kebijakan represif pemerintah Iran.

Pernyataan Trump diperkirakan akan memperburuk ketegangan antara kedua negara, yang selama bertahun-tahun telah terlibat konflik diplomatik terkait program nuklir Iran, sanksi ekonomi, serta pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Presiden Amerikat Serikat tersebut.

 

(Tim Redaksi HB/AJB)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *