28 Februari 2026
File FOTO 1

Latar Belakang Penyerahan Aset Rampasan

PANGKALPINANG — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperbaiki tata kelola industri pertimahan nasional. Hal ini ditandai dengan penyerahan aset rampasan negara kepada PT Timah Tbk oleh Presiden Prabowo Subianto, yang berlangsung di kawasan Smelter Tinindo Inter Nusa, Pangkalpinang, pada Senin (6/10/2025).

Dalam kunjungannya, Presiden meninjau langsung barang rampasan seperti balok timah, pasir timah, serta aset tambang lainnya yang telah melalui proses hukum.

Presiden Prabowo: Bongkar Korupsi Tambang Timah

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa kasus korupsi tambang timah tanpa izin ini menyebabkan kerugian negara hingga Rp300 triliun. Ia menegaskan pemerintah serius menindak pelaku tambang ilegal serta penyelundupan sumber daya alam.

“Ada enam smelter dan tanah jarang seperti monazite yang diserahkan. Ini bukti keseriusan pemerintah membasmi pelanggaran hukum di sektor pertambangan,” ujar Presiden.

Presiden juga memerintahkan keterlibatan penuh TNI, Bea Cukai, dan aparat penegak hukum lainnya dalam menindak lanjuti kasus ini dan melindungi kekayaan negara.

Kejaksaan Agung dan Kementerian Keuangan Turut Andil

Penyerahan aset dilakukan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanudin kepada Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, kemudian kepada CEO Danantara Rosan Roeslani, dan selanjutnya diserahkan ke Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro.

Wamenkeu Suahasil mengatakan bahwa aset rampasan ini akan dikelola oleh Danantara dan dioperasikan oleh PT Timah sebagai bentuk optimalisasi kekayaan negara.

“Kami harap pengelolaan ini dapat meningkatkan produksi, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara,” ujarnya.

PT Timah Tbk Akan Lakukan Kajian Aset

Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu atas kondisi dan lokasi aset yang baru diserahkan.

“Kita kaji dulu lokasi dan kondisinya. Setelah itu, kami akan manfaatkan fasilitas ini untuk mendorong produksi PT Timah, khususnya di Bangka Belitung,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa aset yang diterima sangat potensial dan akan segera dikelola untuk meningkatkan produktivitas dan kontribusi perusahaan.

Dampak Positif bagi Bangka Belitung dan Negara

Pengelolaan aset rampasan negara oleh PT Timah diharapkan berdampak langsung terhadap:

  • Peningkatan produksi timah nasional

  • Pertumbuhan ekonomi daerah

  • Penciptaan lapangan kerja baru

  • Kenaikan penerimaan negara dari sektor pertambangan

Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk membenahi sektor pertambangan secara menyeluruh dan menyejahterakan masyarakat.

Kesimpulan dan Harapan Pemerintah

Penyerahan aset tambang rampasan negara ini menjadi langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola sektor timah. Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dan keterlibatan semua pihak untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara legal dan memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.

“Kita harus serius menyelamatkan sumber daya alam untuk bangsa,” tutup Presiden Prabowo.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *