Tiket gratis tersedia buat pelajar pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun pelajar dari luar Jakarta.

Harian Babel.com, Jakarta | Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) kembali dibuka setelah berhenti beroperasi selama 13 tahun sejak 2012.
Pembukaan kembali Planetarium Jakarta diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kamis (25/12), menandai aktifnya lagi salah satu ikon edukasi sains di ibu kota.
Pramono menilai rampungnya berbagai proyek di kawasan TIM memungkinkan beragam aktivitas kembali berjalan. Ia menyinggung hadirnya fasilitas penunjang lain, seperti Artotel, yang telah lebih dulu dibuka di kawasan tersebut.
Kembalinya Planetarium Jakarta pun menghidupkan kembali ruang belajar astronomi yang selama puluhan tahun memperkenalkan masyarakat pada tata surya dan fenomena langit.
Metro TV melaporkan antusiasme publik terlihat dari tiket pertunjukan yang ludes terjual dalam waktu singkat pada masa pembukaan kembali.
Kini Planetarium Jakarta hadir dengan pendekatan yang lebih modern. Sistem visualisasi astronomi diperbarui untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan imersif, termasuk pemanfaatan teknologi baru seperti AI Virtual Host.
Selama masa pembukaan kembali, pengelola menerapkan kebijakan harga yang terjangkau. Tersedia tiket promo untuk masyarakat umum atau pendamping seharga Rp10.000 yang berlaku selama masa promosi, mulai Desember 2025 hingga April 2026.
Selain itu, tiket digratiskan bagi pelajar pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun pelajar dari luar Jakarta dengan syarat menunjukkan kartu pelajar asli saat berkunjung.
Karena kuota setiap sesi pertunjukan terbatas, pendaftaran hanya dapat dilakukan secara daring.
Pengunjung diminta mengakses akun Instagram resmi TIM Cikini @tim.cikini, membuka tautan pada highlight berjudul Teater Bintang, kemudian memilih jadwal show atau pertunjukan sesuai kategori yang tersedia.
Link akan otomatis tutup jika kuota pengunjung sudah penuh.
Reservasi pengunjung dilakukan H-1 melalui Google Form yang tersedia pada tautan tersebut. Pengunjung yang berhasil melakukan registrasi akan menerima email konfirmasi dan diwajibkan hadir paling lambat satu jam sebelum pertunjukan dimulai.
Penukaran tiket dilakukan di Pusat Informasi TIM Gedung Trisno Soemardjo. Setelah memiliki tiket, pengunjung akan diarahkan petugas menuju Teater Bintang Planetarium yang berada di lantai dua. Tiket yang telah dibeli dan diregistrasi tidak dapat dibatalkan, diuangkan kembali, atau dijadwalkan ulang.
Pengelola juga mengingatkan bahwa Teater Bintang tutup setiap hari Senin dan Hari Libur Nasional.
PASANG SURUT PERJALANAN PLANETARIUM JAKARTA
Jejak Planetarium Jakarta bermula dari gagasan Presiden Soekarno pada 1964 untuk memajukan ilmu astronomi dan memberantas takhayul. Planetarium dan Observatorium Jakarta diresmikan pada 10 November 1968 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Pertunjukan bintang perdana digelar pada 1 Maret 1969, yang kemudian diperingati sebagai hari kelahiran Planetarium Jakarta.
Pada masa awal operasinya, Planetarium Jakarta dikenal sebagai salah satu fasilitas astronomi paling modern di Asia Tenggara.
Dengan kubah besar dan proyektor bintang buatan Jerman, pengunjung dapat menyaksikan simulasi langit malam, pergerakan planet, hingga fenomena astronomi secara visual. Teater bintang menjadi daya tarik utama sekaligus sarana pembelajaran sains yang mudah dipahami.
Memasuki awal 2010-an, aktivitas Planetarium Jakarta mulai berkurang hingga berhenti beroperasi pada 2012.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian melakukan renovasi besar sebagai bagian dari penataan menyeluruh kawasan Taman Ismail Marzuki pada 2019. Proses renovasi sempat tersendat pada 2021–2024, sebelum akhirnya rampung dan dapat beroperasi kembali.

