28 Februari 2026
Rosi Nurasjati, Saat bersama Tim Kickboxing Indonesia.
Rosi Nurasjati, Saat bersama Tim Kickboxing Indonesia.

Harian babel.com, Thailand | Manajer Kickboxing Indonesia Rosi Nurasjati diduga mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan di ajang Sea Games 2025 Thailand.

Rosi Nurasjati yang mengemban penugasan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sebagai Manajer Kickboxing Indonesia di Sea Games 2025 diduga diperlakukan seperti seorang seperti seorang kriminal oleh WAKO Konfederasi Asia (Konfederasi Kickboxing Asia) dengan tuduhan melanggar aturan karena berada dilokasi sekitar venue di Hotel Lasantel Suvarnabhumu, Thailand.

Atas dasar itu WAKO Konfederasi Asia ‘mendeportasi’ Rosi Nurasjati. Rosi dipaksa membuat pernyataan tertulis yang ditandatangani untuk segera meninggalkan Bangkok sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

Mirisnya kejadian yang menimpa Rosi juga melibatkan kepolisian Thailand. Rosi bahkan hendak ditangkap paksa dan dibawa ke kantor polisi setempat, paspornya juga mau diambil paksa.

Alasan kepolisian setempat hendak menangkap dan mengambil paspor karena berdasarkan rekaman CCTV, Rosi kerap berada di sekitar venue kickboxing di Hotel Lasantel.

“Saya diperlakukan seperti penjahat, ada belasan polisi bersenjata lengkap membawa anjing pelacak dan mobil patroli hendak menyergap saya dan membawa ke kantor polisi setempat,” tutur Rosi Nurasjati menceritakan kejadian yang menimpanya, saat dihubungi Minggu (14/12/2025).

“Paspor saya juga mau diambil oleh personel kepolisisan yang datang ke lokasi,” imbuhnya.

Kejadian saat Rosi diinterogasi dan hendak ditangkap oleh kepolisian Thailand sontak menarik perhatian dan menjadi tontonan warga setempat dan orang-orang yang berada di sekitar lokasi.

Beruntung ada seorang saksi mata yang juga warga negara Indonesia yang mengingatkan personel kepolisian setempat untuk tidak mengambil paspor Rosi karena dia bukan pelaku tindak kejahatan.

“Saya bilang ke mereka (Polisi Thailand) bahwa mereka tidak punya hak dan otoritas untuk menangkap dan mengambil paspor ibu Rosi. Karena dia bukan pelaku kriminal, apalagi para polisi itu tidak membawa surat tugas,” ungkapnya.

Berkat peringatan saksi, aparat kepolisisan setempat akhirnya tidak jadi menangkap dan mengambil paspor Rosi Nurasjati.

Saksi mata yang enggan disebutkan namanya ini kemudian melaporkan peristiwa yang menimpa Rosi Nurasjati kepada Menteri Hukum RI, Dubes RI di Thailand yang kini menjabat sebagai DUbes RI di Mesir.

“Oleh mereka kita disarankan untuk melaporkan kejadian ini kepada Pimpinan Kontingen Indonesia di Sea Games 2025,” Ujarnya.

Ancam Diskualifikasi Atlet Kickboxing Indonesia

Rosi menuturkan peristiwa yang dialaminya terjadi pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 19.00 waktu setempat, lewat sekitar Hotel Lasantel Suvarnabhumi, Thailand. Rosi yang datang ke lokasi untuk mengantar keperluan yang diminta para atlet Kickboxing Indonesia (Vitamin dan buah-buahan) tiba-tiba dicegat dan hendak disergap oleh belasan aparat kepolisian setempat tak lama kemudian datang Presiden dan Sekjen WAKO Konfederasi Asia ke lokasi kejadian.

Tak hanya dikriminalisasi oleh petugas kepolisian setempat, Rosi juga dipaksa oleh WAKO Konfederasi Asia untuk membuat pernyataan tertulis yang ditandatangani yang berbunyi harus meninggalkan Kota Bangkok paling lambat hari ini, Minggu (14/12/2025) dengan waktu yang telah ditentukan.

Jika Rosi menolak membuat pernyataan tertulis WAKO Konfederasi Asia mengancam akan mendiskualifikasi para atlet Kickboxing Indonesia dari ajang Sea Games 2025 yang telah memasuki babak perempat final.

Sadarmawati Icen Simbolon juga terkena imbasnya. ID Card nya dan paspornya juga hendak diambil paksa oleh WAKO. Padahal ID Card itu sangat penting.

 

(Tim Redaksi HB)

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *