28 Februari 2026
Jokowi bohong lagi (Foto) : ilustrasi
Jokowi bohong lagi (Foto) : ilustrasi

Harian babel.com Jakarta | Ada momentum dramatis sesaat sebelum akhirnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Djaya Kombes Pol Iman Imanudin mengambil keputusan menunjukan bukti dokumen ijazah Jokowi kepada para tersangka peserta gelar perkara khusus dan tim penasehat hukum. Pria yang menyebut dirinya sebagia “Udin” ini, mengaku merasa berat menangani perkara bahkan sempat stres sebelum proses gelar perkara.

‘Udin’ yang dimaksud adal Iman Imanudin. Komandan bagian Kriminal Umum Polda Metro Jaya ini, berseloroh ada dua Udin yang hadir dalam gelar perkara dan akhirnya berjalan kondusif. Udin pertama, yakni Iman Imanudin selaku Direskrimum. Sementara Udin yang kedua menunjuk pada penulis, Ahmad Khozinudin selaku kuasa hukum Roy Surya dan kawan-kawan.

Atas tuntutan tim kami dan masukkan Utusan dari Ombudsman R.I., agar ijazah Jokowi ditunjukkan dalam forum gelar perkara khusus, akhirnya dokumen tersebut dibuka dari segel dan ditunjukkan. Meskipun, tim kuasa hukum sempat keberatan sebelum keputusan tersebut diambil.

Saat segel dibuka, kertas pembungkus bukti digunting, perlahan ijazah Jokowi dikeluarkan. Ijazah tersebut berada pada Map tebal, yang ditempatkan pada kantung plastik pembungkus dokumen. Ijazah tidak dilaminating.

Meski tidak diperkenankan untuk meraba, dilihat secara fisik ijazah tersebut memiliki kesamaan dengan ijazah yang di upload Dian Sandi kader PSI, atau yang selama ini telah dianalisa oleh Roy Suryo dan Rismon Sianipar. Fisik ijazah berbentuk kotak agak persegi panjang, dengan logo UGM, dibubuhkan nama Joko Widodo, dan yang paling ikonik ‘ ada foto pria berkacamata dan berkumis tipis’.

Terhadap foto tersebut, Rustam Efendi makin meyakini ijazah tersebut palsu. Karena foto tersebut, bukan milik Jokowi. Bibir, mata, alis, hingga kumis tipis yang dimiliki pria dalam foto, jelas bukan milik Jokowi.

Rizal Fadilah dan Kurnia Tri Royani, merasa tidak kaget. karena foto itu ternyata sama dengan foto di upload Dian Sandi. Foto yang menjadi salah satu ciri penanda kepalsuan ijazah Jokowi.

Adapun Roy Suryo, setelah melihat langsung ijazah Jokowi secara fisik juga tetap menyimpulkan ijazah tersebut 99,9% palsu. Rismon Sianipar, tidak bergeming dari hasil penelitiannya yang menyimpulkan ijazah Jokowi 11.000 triliun % palsu.

Hal ini penting untuk dipastikan, karena sebelumnya dalam wawancara kompas, Jokowi mengaku ijazah masih dipegang oleh dirinya. Beberapa waktu lalu, Budi Arie Setiadji dari PRODJO mengaku ditunjukkan ijazah milik Jokowi.

aAdapun klien kami, tetap meyimpulkan ijazah tersebut palsu karena ijazah tersebut tak beda dengan ijazah yang sudah diteliti yang berasal dari foto ijazah Jokowi yang diunggah Dian Sandi. Artinya, tidak ada hal yang baru atau mencengangkan dari proses meilhat ijazah Jokowi di Polda.

Dalam konteks yang lain, dokumen ijazah Jokowi yang ditunjukkan oleh penyidik dalam proses gelar perkara khusus mengkonfirmasi klaim Jokowi bahwa ijazah hanya akan ditunjukkan di pengadilan hanyalah bohong semata. Akhirnya, ijazah itu dibuka dan ditunjukkan oleh penyidik, tentu setelah kami menempuh banyak proses dan adu argumentasi panjang dalam proses gelar perkara khusus.

Ada kelucuan yang dipamerkan kubu Jokowi. Setelah mereka gagal untuk mempertahankan argumen agar ijazah tersebut tidak ditampilkan dalam proses gelar perkara khusus, yang akhirnya ditunjukkan. Saat ditunjukkan kubu Jokowi merasa telah memenangkan perkara pada ijazah Jokowi ditunjukkan. Padahal menunjukkan ijazah hanya membuktikan ijazah tersebut benar disita penyidik, bukan dalam penguasaan Jokowi, tidak untuk membuktikan bahwa ijazah tersebut asli.

Dalam proses gelar perkara, selain dihadiri para tersangka dan penasehat hukum, para pelapor dan kuasa hukum, penyidik Direskrimum, juga hadir Itwasum Polri, Divpropam Polri, Divkum Polri, Ombudsman R.I., dari Komnas Ham tidak hadir. Proses dipimpin langsung oleh Direskrimum Iman Imanudin didampingi oleh Kabag Wasidik AKBP Mihardi Mirwan, selaku pengarah acara.

 

(Tim Redaksi HB/Ahmad Khozinudin)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *